Minggu, 31 Mei 2015

kenapa Manhaj salaf??

Kenapa Manhaj Salaf ?

   Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?   

    
 Penulis: Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al Atsari, Lc
Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.
Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf.
Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).
Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234).

 Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).
Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
 Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan Salafy atau As Salafy, jamaknya Salafiyyun atau As Salafiyyun. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “As Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf.” (Siyar A’lamin Nubala 6/21).
Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf (Salafiyyun) biasa disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah dan bersatu di atasnya. Disebut pula dengan Ahlul Hadits wal Atsar dikarenakan berpegang teguh dengan hadits dan atsar di saat orang-orang banyak mengedepankan akal. Disebut juga Al Firqatun Najiyyah, yaitu golongan yang Allah selamatkan dari neraka (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash), disebut juga Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok yang senantiasa ditolong dan dimenangkan oleh Allah (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Tsauban). (Untuk lebih rincinya lihat kitab Ahlul Hadits Humuth Thaifatul Manshurah An Najiyyah, karya Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali).
Manhaj salaf dan Salafiyyun tidaklah dibatasi (terkungkung) oleh organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dan sebagainya. Bahkan manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan pemahaman Salafush Shalih.
Siapa pun yang berpegang teguh dengannya maka ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain. Suatu ikatan suci yang dihubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya.
Manhaj salaf merupakan manhaj yang harus diikuti dan dipegang erat-erat oleh setiap muslim di dalam memahami agamanya. Mengapa?
Karena demikianlah yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran dan demikian pula yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam Sunnahnya.
Sedang kan Allah telah berwasiat kepada kita: “Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’: 59)
Adapun ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan agar kita benar-benar mengikuti manhaj salaf adalah sebagai berikut:
1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” (Al Fatihah: 6-7)      
 
Al Imam Ibnul Qayyim berkata: “Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya…, maka setiap orang yang lebih mengetahui kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini daripada orang-orang Rafidhah.” (Madaarijus Saalikin, 1/72).
Penjelasan Al Imam Ibnul Qayyim tentang ayat di atas menunjukkan bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mereka itu adalah Salafush Shalih, merupakan orang-orang yang lebih berhak menyandang gelar “orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah” dan “orang-orang yang berada di atas jalan yang lurus”, dikarenakan betapa dalamnya pengetahuan mereka tentang kebenaran dan betapa konsistennya mereka dalam mengikutinya. Gelar ini menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami dienul Islam ini adalah manhaj yang benar dan di atas jalan yang lurus, sehingga orang-orang yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti telah menempuh manhaj yang benar, dan berada di atas jalan yang lurus pula.     
2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa’: 115)     
Al Imam Ibnu Abi Jamrah Al Andalusi berkata: “Para ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah (di atas): ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang mukmin disini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan generasi pertama dari umat ini, karena mereka merupakan orang-orang yang menyambut syariat ini dengan jiwa yang bersih. Mereka telah menanyakan segala apa yang tidak dipahami (darinya) dengan sebaik-baik pertanyaan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menjawabnya dengan jawaban terbaik. Beliau terangkan dengan keterangan yang sempurna. Dan mereka pun mendengarkan (jawaban dan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut), memahaminya, mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, menghafalkannya, dan menyampaikannya dengan penuh kejujuran. Mereka benar-benar mempunyai keutamaan yang agung atas kita. Yang mana melalui merekalah hubungan kita bisa tersambungkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga dengan Allah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.’” (Al Marqat fii Nahjissalaf Sabilun Najah hal. 36-37)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Dan sungguh keduanya (menentang Rasul dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin –red) adalah saling terkait, maka siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti selain jalan orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran.” (Majmu’ Fatawa, 7/38).
Setelah kita mengetahui bahwa orang-orang mukmin dalam ayat ini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (As Salaf), dan juga keterkaitan yang erat antara menentang Rasul dengan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, maka dapatlah disimpulkan bahwa mau tidak mau kita harus mengikuti “manhaj salaf”, jalannya para sahabat.
Sebab bila kita menempuh selain jalan mereka di dalam memahami dienul Islam ini, berarti kita telah menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan akibatnya sungguh mengerikan… akan dibiarkan leluasa bergelimang dalam kesesatan… dan kesudahannya masuk ke dalam neraka Jahannam, seburuk-buruk tempat kembali… na’udzu billahi min dzaalik.          
3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100).      
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengkhususkan ridha dan jaminan jannah (surga)-Nya untuk para sahabat Muhajirin dan Anshar (As Salaf) semata, akan tetapi orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pun mendapatkan ridha Allah dan jaminan surga seperti mereka.
Al Hafidh Ibnu Katsir berkata: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkhabarkan tentang keridhaan-Nya kepada orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, dan ia juga mengkhabarkan tentang ketulusan ridha mereka kepada Allah, serta apa yang telah Ia sediakan untuk mereka dari jannah-jannah (surga-surga) yang penuh dengan kenikmatan, dan kenikmatan yang abadi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/367). Ini menunjukkan bahwa mengikuti manhaj salaf akan mengantarkan kepada ridha Allah dan jannah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
فَإِنْ ءَامَنُوا بِمِثْلِ مَا ءَامَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ Artinya : “Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu).” [QS Al Baqoroh: 137]      
Adapun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455).      
 Dalam hadits ini dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Shalih). Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya. Al Imam Asy Syathibi berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -sebagaimana yang engkau saksikan- telah mengiringkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan sunnah beliau, dan bahwasanya di antara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka sunnahkan benar-benar mengikuti sunnah nabi mereka  atau mengikuti apa yang mereka pahami dari sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik secara global maupun secara rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.”(Al I’tisham, 1/118).     
2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari sahabat Tsauban, hadits no. 1920).    
Al Imam Ahmad bin Hanbal berkata (tentang tafsir hadits di atas): “Kalau bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka?!” (Syaraf Ashhabil Hadits, karya Al Khatib Al Baghdadi, hal. 36).
Al Imam Ibnul Mubarak, Al Imam Al Bukhari, Al Imam Ahmad bin Sinan Al Muhaddits, semuanya berkata tentang tafsir hadits ini: “Mereka adalah Ahlul Hadits.” (Syaraf Ashhabil Hadits, hal. 26, 37). Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini merupakan tanda dari tanda-tanda kenabian (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), di dalamnya beliau telah menyebutkan tentang keutamaan sekelompok kecil yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan setiap masa dari jaman ini tidak akan lengang dari mereka. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan mereka dan doa itupun terkabul. Maka Allah ‘Azza Wa Jalla menjadikan pada tiap masa dan jaman, sekelompok dari umat ini yang memperjuangkan kebenaran, tampil di atasnya dan menerangkannya kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya keterangan. Sekelompok kecil ini secara yakin adalah Ahlul Hadits insya Allah, sebagaimana yang telah disaksikan oleh sejumlah ulama yang tangguh, baik terdahulu ataupun di masa kini.” (Tarikh Ahlil Hadits, hal 131).
Ahlul Hadits adalah nama lain dari orang-orang yang mengikuti manhaj salaf. Atas dasar itulah, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari “sekelompok kecil” yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits di atas, maka ia harus mengikuti manhaj salaf.     
3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: golongan yang aku dan para sahabatku mengikuti.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).    
Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini sebagai nash (dalil–red) dalam perselisihan, karena ia dengan tegas menjelaskan tentang tiga perkara: 
 – Pertama, bahwa umat Islam sepeninggal beliau akan berselisih dan menjadi golongan-golongan yang berbeda pemahaman dan pendapat di dalam memahami agama. Semuanya masuk ke dalam neraka, dikarenakan mereka masih terus berselisih dalam masalah-masalah agama setelah datangnya penjelasan dari Rabb Semesta Alam  
. – Kedua, kecuali satu golongan yang Allah selamatkan, dikarenakan mereka berpegang teguh dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengamalkan keduanya tanpa adanya takwil dan penyimpangan.  
 – Ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menentukan golongan yang selamat dari sekian banyak golongan itu. Ia hanya satu dan mempunyai sifat yang khusus, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri (dalam hadits tersebut) yang tidak lagi membutuhkan takwil dan tafsir. (Tarikh Ahlil Hadits hal 78-79). 
 Tentunya, golongan yang ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu adalah yang mengikuti manhaj salaf, karena mereka di dalam memahami dienul Islam ini menempuh suatu jalan yang Rasulullah dan para sahabatnya berada di atasnya.     
  
Berdasarkan beberapa ayat dan hadits di atas, dapatlah diambil suatu kesimpulan, bahwa manhaj salaf merupakan satu-satunya manhaj yang harus diikuti di dalam memahami dienul Islam ini, karena: 
 1. Manhaj salaf adalah manhaj yang benar dan berada di atas jalan yang lurus. 
 2. Mengikuti selain manhaj salaf berarti menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang berakibat akan diberi keleluasaan untuk bergelimang di dalam kesesatan dan tempat kembalinya adalah Jahannam.  
 3. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf dengan sebaik-baiknya, pasti mendapat ridha dari Allah dan tempat kembalinya adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, kekal abadi di dalamnya. 
 4. Manhaj salaf adalah manhaj yang harus dipegang erat-erat, tatkala bermunculan pemahaman-pemahaman dan pendapat-pendapat di dalam memahami dienul Islam, sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 
 5. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah sekelompok dari umat ini yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  
 6. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah golongan yang selamat dikarenakan mereka berada di atas jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya.   
 Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika:  
 1. Al Imam Abdurrahman bin ‘Amr Al Auza’i berkata:  
 “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun banyak orang menolakmu, dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” (Asy Syari’ah, karya Al Imam Al Ajurri, hal. 63).   
 2. Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit berkata: 
 “Wajib bagimu untuk mengikuti atsar dan jalan yang ditempuh oleh salaf, dan hati-hatilah dari segala yang diada-adakan dalam agama, karena ia adalah bid’ah.” (Shaunul Manthiq, karya As Suyuthi, hal. 322, saya nukil dari kitab Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 54).    
3. Al Imam Abul Mudhaffar As Sam’ani berkata: 
 “Syi’ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam agama).” (Al Intishaar li Ahlil Hadits, karya Muhammad bin Umar Bazmul hal. 88).    
4. Al Imam Qawaamus Sunnah Al Ashbahani berkata: 
 “Barangsiapa menyelisihi sahabat dan tabi’in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya.” (Al Hujjah fii Bayaanil Mahajjah, 2/437-438, saya nukil dari kitab Al Intishaar li Ahlil Hadits, hal. 88)    
5. Al-Imam As Syathibi berkata: 
 “Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf, maka ia adalah kesesatan.” (Al Muwafaqaat, 3/284), saya nukil melalui Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 57).     
6. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:  
 “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” (Majmu’ Fatawa, 4/149). Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar Ahlul Bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” (Majmu’ Fatawa, 4/155).    
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti manhaj salaf di dalam memahami dienul Islam ini, mengamalkannya dan berteguh diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Amin yaa Rabbal ‘Alamin.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

5 ANAK IBLIS YANG PALING BERBAHAYA

IBLIS itu bapak dari segala jin. Iblis termasuk jenis mahluk gaib. Iblis memiliki sifat sombong. Ketika Allah memerintahkan para malaikat agar bersujud kepada Nabi Adam AS, semua malaikat menaatinya. Mereka semuanya bersujud kedapa Nabi Adam. Bahkan ia (Iblis) menyombongkan diri. Kemudian perintah Allah agar bersujud kepada Nabi Adam AS, karena ia di ciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Oleh karena itu, menjadi mahluk terkutuk di sisi Allah SWT.
Iblis mempunyai kerajaan yang sangat besar. Ada pemerintahan, menteri, dan kantor-kantor yang besar. Iblis juga mempunyai wakil, dan lima di antaranya termasuk yang paling berbahaya. Mereka adalah lima anak Iblis.

1. Tsabar
Tsabar bertugas mendatangi orang yang sedang mengalami kesusahan atau tertimpa musibah, seperti kematian keluarga, bencana, dan semacamnya. Kemudian dia melancarkan bisikannya dan menyatakan permusuhan kepada Allah. Dia mendorong manusia untuk berkeluh kesah dan meratap-ratap. Untuk menghindarinya, hendaknya ucapkan doa:
A’ûdzubillâhi minassyaithôni tsabarirrojīmi wajundihi waabnâ ihi (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan, Tsabar, yang terkutuk, serta para pengikut dan anaknya).

2. Dâsim
Dâsim bertugas mencerai-beraikan ikatan pernikahan, mengobarkan rasa benci satu sama lain dalam kehidupan rumah tangga, dan mendorong seseorang untuk menyebarkan aib sehingga menyebabkan pertengkaran dan bahkan perceraian. Dâsim adalah anak kesayangan Iblis. Untuk menghadapinya, hendaknya mengucapkan doa:
A’ûdzubillâhi minassyaithôni dâsimirrojīmi wajundihi waabnâ ihi (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan, Dâsim, yang terkutuk, serta para pengikut dan anaknya).

3. Al-A’war
Al-A’war adalah spesialis dalam urusan mempermudah terjadinya perzinaan. Dia menjadikan indah bagian bawah tubuh wanita ketika mereka keluar rumah. Dia mendorong orang untuk melakukan zina dan memperlihatkan zina sebagai sesuatu yang menyenangkan. Semua hal yang berkaitan dengan zina dan penurunan moral menjadi tugas Al-A’war dan para anak buahnya.

4. Maswath
Tugas Maswath adalah membuat kebohongan-kebohongan, baik besar ataupun kecil. Bahkan kejahatan yang dia lakukan bersama anak buahnya termasuk memperlihatkan diri dalam bentuk seseorang yang duduk dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh manusia, kemudian menyebarkan kebohongan yang pada akhirnya disebarkan pula oleh manusia.

5. Zalnabûr
Tempat kerja Zalnabûr dan para anteknya adalah pasar-pasar. Mereka mengobarkan pertengkaran, caci maki, perselisihan, dan bahkan bunuh-membunuh.
Wallâhu ‘alam.

30 ORANG PERTAMA DALAM ISLAM

Orang pertama yang menciptakan telephon ? Alexander Graham Bell ..
Orang pertama tulis bismillah ?
kalau sampai anak bertanya nah loh,. gimana coba?
So simpan nota nih....

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM
------------------------------
1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.
27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.


adhilah_AK ^^

Sabtu, 30 Mei 2015

CINTA aku ingin TAPI

cinta,. mungkin kata2 itu sudah sangat familiar didunia ini,.
cinta itu satu kata penuh makna, ada juga yang bilang anugerah terindah dari Allah,. tapi tentunya bila di labuhkan kepada pemilik tulang rusuk,. bukan berlabuh ke sembarangan orang.

cinta?? ya cinta?? jika kalian bertanya,. apa engkau tak ingin merasakannya?
jujur,. aku ingin.. tapi aku tahu dan dengan sadar aku katakan aku belum pantas mencinta,. karena aku belum berkualitas.
aku belum pantas mencinta karena memang belum ada yang pantas untuk ku cinta selain Allah..

bila nanti tiba saatnya,. Allah akan mempertemukan dua hati menjadi 1 cinta,. ya satu cinta, satu ketaatan..cinta dan taat hanya kepada Rabb kami,.
aku lebih bahagia sendiri sampai tiba saatnya berdua,. aku lebih bahagia menutup rapat hatiku serapat cangkang kerang ketika melindungi mutiaranya. aku lebih bahagia bila nanti yang mendampingi ku adalah seorang pemberani nan gagah yang berani menyelam dikedalaman lautan untuk mengambil kerang itu,. membuka cangkang dengan hati2 dan menjaga mutiara itu dengan baik,


bersabarlah untuk cinta yang berkualitas,. :')

Rabu, 27 Mei 2015

hah? Jilbab?? iya jilbab,. ^^

, ketika saya di angkot untuk pergi les,. banyak remaja2 seumuran saya yang sedang berbincang2,. setelah ditelaah perbincangan mereka tenyata tentang jilbab,.
., dan yang mengagetkan mereka mengatakan bahwa jilbab hanya tren masa kini yang harus diikuti,. bukan sebagai kewajiban seorang muslimah,. miris memang,. saat ada pula yang mengatakan bahwa jilbab hanya untuk menutupi kekurangan perempuan2 seperti memiliki dahi yang lebar,. rambut yang keriting dll,.
.,
taukah wahai saudariku,.
Kriteria jilbab bukanlah berdasarkan kepantasan atau mode yang lagi trend, melainkan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jika kedua sumber hukum Islam ini telah memutuskan suatu hukum, maka seorang muslim atau muslimah terlarang membantahnya. Firman Allah SWT :
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Qs. Al-ahzab : 36)
Para perancang mode boleh saja bilang bahwa hasil rancangannya itu adalah jilbab, tetapi, tetapi jika hal itu ternyata tidak memenuhi syarat sebagimana yang diperintahkanAllah , maka itu bukanlah jilbab. Karena dalam Islam suatau pakaian di sebut Jilbab jika memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan:
1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan
Syarat ini terdapat dalam firman Allah Swt:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur : 31)
Juga firman Allah Swt:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab : 59)
Dua ayat diatas dengan tegas menyatakan bahwa jilbab itu harus menutupi seluruh anggota badan kecuali yang bisa nampak yaitu muka dan telapak tangan.
Adapun yang dimaksud ziinah (perhiasan) itu terbagi dua bagian.
Pertama, ziinah khalqiah, yaitu perhiasan yang sudah melekat pada dirinya seperti raut wajah, kulit, bibir dan sebagainya.
Kedua, ziinah muktasabah, yaitu perhiasan yang dipakai wanita untuk memperindah atau menutupi jasmaninya, sperti busana, cincin, celak mata,pewarna dan sejenisnya. Inilah yang dimaksud dalam firman Allah: “Ambillah perhiasanmu ketika ke mesjid.” (Al-Qurthuby XII:299)
Maksud dari perhiasan yang biasa tampak dan boleh diperlihatkan itu, karena tidak mungkin untuk menyembunyikan atau menutupnya. Seperti wajah, pakaian luar dan telapak tangan.
Dari kutipan ayat diatas, kita dapat memahaminya bahwa menampakkan perhiasan luar saja (yang nampak) dilarang, apalagi anggota badan yang ditutupi perhaiasan luar tersebut. Penafsiran ini diperkuat lagi oleh sebuah hadits yang menjelaskan sikap kaum muslimah ketika ayat ini diturunkan.
Dari Shafiah, ia bercerita: “Ketika kami bersama Aisyah ra, mereka menyebut-nyebut kelebihan wanita Quraisy. Lalu Aisyah ra. Berkata: “Memang wanita Quraisy itu memiliki kelebihan, tetapu, demi Allah, sesungguhnya akau tidak pernah melihat yang lebih mulia dari pada wanita Anshar, mereka sangat membenarkan Kitabullah dan sangat kuat imannya kepada wahyu yang diturunkan. Ketika turun surat An-Nur, ayat yang menyuruh berkerudung, suami mereka pulang lalu lalu membacakan kepada mereka apa yang telah Allah turunkan. Dengan segera setiap wanita menarik kain yang ada, lalu menjadikannya kerudung kepala karena membenarkan dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya” (HR. Al-bukhari dan Abu Dawud)
Bila pada Qs An-Nur : 31 memakai lafad walyadribna, maka pada Qs Al-Ahzab : 59 digunakan lafad yudniina artinya mengulurkan hingga menutupi kepala, pundak dan dada sampai seluruh tubuhnya. Ayat ini diperjelas lagi dengan sebuah hadist dari Ummu Salamah, katanya: “Ketika turun ayat ini, para wanita Anshar terlihat keluar berbondong-bondong, pada kepala mereka terlihat seperti burung ghirban (gagak) yang hitam karena kerudung yang dikenakan berwarna hitam.” (HR. Abdurrazaq dan Jama’ah)
2. Bukan berfungi sebagai perhaisan.
Syarat ini berdasarkan firman Allah Swt:
“…Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (Qs An-Nur : 31)
Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu yang menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah :
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (Qs Al-Ahzab : 33)
Pakaian jilbab sebagaimana disebutkan pelindung wanita dari godaan laki-laki. Hal ini berarti pakaian muslimah (jilbab) tidak boleh berlebihan atau mengikuti trend mode tertentu karena memang jilbab bukan perhiasan.
3. Kainnya harus tebal, tidak tipis.
Sebagai pelindung wanita, secara otomatis jilbab harus tebal atau tidak transparan atau membayang (tipis) karena jika demikian akan semakin memancing fitnah (godaan) dari pihak laki-laki.
Rasulullah Saw bersabda :
“ Bahwa Asma binti Abi Bakar masuk ke rumah Rasul dengan mengenakan pakaian yang tipis, maka Rasulullah berkata : “Wahai Asma, sesungguhnya wanita yang telah haid ( baligh) tidak diperkenankan untuk dilihat daripadanya kecuali ini dan ini, dengan mengisyaratkan wajah dan tepak tangan.” (HR abu Daud)
Adapun fenomena kudung gaul yang kini sedang trend di kalangana anak muda dengan pakaian yang tipis dan serba ketat, hal ini jelas merupakan pelanggaran berat terhadap syarat jilbab yang diharuskan. Ancaman bagi mereka sebagaimana sabda Rasullullah saw:
“Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah saya lihat sebelumnya, (1) kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang (ialah penguasa yang zhalim) (2) wanita yang berpakain tapi telanjang, yang selalu maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. Rambutnya sebasar punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium wanginya, padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjang.” (HR. Muslim)
4. Harus longgar, tidak ketat, sehinga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.
Diantara maksud diwajibkannya jilbab adalah agar tidak mungkin terwujud jika pakaian yang dikenakan tidak ketat dan tidak membentuk lekuk-lekuk tubuhnya. Untuk itu jilbab harus longgar atau tidak ketat.
“Rasulullah saw memberiku baju Qubthiyyah yang tebal (biasanya Qutbthiyyah itu tipis) yang merupakan baju yang dihadiahkan Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi saw bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qubthiiyah?” Aku menjawab: “Aku pakaikan baju itu pada istriku” Nabi saw lalu menjawab : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam Qubthiyyah itu, karena aku khawatir baju itu masih menggambarkan bentuhk tulangnya.” (HR. Al-Baihaqi, Ahmad, Abu dawud dan Ad-Dhiya).
Rasulullah memerintahkan paad istri Usamah bin jaid (sebagaimana termaktub dalam hadits di atas) agar menggunakan pakain rangkap sehingga Qubtiyah tidak membentuk tubuhnya. Perintah ini menunjukkan kewajiban. Imam Asy-Syaukani dalam mensyarah hadist ini mengatakan : “Hadist ini menunjukkan bahwa wanita itu wajib menutupi badannya dengan pakaian yang tidak menggambarkan bentuk tubuhnya. Ini merupakan syarat bagi penutup aurat.
Adapun Fatimah putri Rasulullah pernah berkata kepada Asma : “Wahai Asma! Sesungguhnya Aku Memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang menggenakan baju yang dapat meggambarkan bentuk tubuhnya” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim)
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
Syarat ini berdasarkan larangan terhadap kaum wanita untuk memakai wewangian bila mereka keluar rumah. Rasullluah Saw bersabda :
“Siapapun perempuan yang memakai wewangain. Lalu ia melewati kaum laki-laki agar ia menghirup wanginya, maka ia sudah berzina” (HR. An-Nasa’i)
“Jika salah seorang di antara kalian (kaum wanita) keluar rumah menuju mesjid, maka janganlah sekali-kaliu mendekatinya dengan memakai wewangian” (HR. muslim)
Alasan pelarangan itu jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Para ulama bahkan mengikutkan sesuatu yang semakna dengan pakaian indah, perhiasan yang tampak dan hiasan (asesoris) yang megah.
6. Tidak menyerupai laki-laki
“Rasulullah melaknat pria yang menyerupai pakaian wanita dan wanita yang menyerupai pakai laki-laki.” (HR. Abu Dawud)
“Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupai diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kami kaum wanita” (HR. Ahmad)
“Tiga orang yang tidak masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat: orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelelakian danm menyerupakan diri dengan laki-laki, dan dayyuts (orang yang tidak memlki rasa cemburu)” (HR. Nasa’i, Hakim. Baihaqi dan Ahmad)
Para ulama memasukkan tindakan wanita yang menyerupai laki-laki dan tindakan kaum laki-laki menyerupai wanita dalam “al-kabaair” (dosa-dosa besar). Mereka dilaknat dan laknat ini akan menimpa juga pada suaminya yang membiarkannya, meridhainya dan tidak malarang melakukannya hal itu.
7. Bukan libas syurah (pakaian popularitas)
Berdasarkan hadist Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang menegakkan pakaian syurah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah menegakkan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Libas Syurah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas (gengsi) di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal yang dipakai oleh seorang untuk berbangga dengan gaun dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah dan yang dipakai oleh seorang yang menampakan kedzuhudannnya dan dengan tujuan riya.
Itulah syarat-syarat pakaian seorang muslimah. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa pakaian muslimah hendaklah menutup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan denga rincian sebagaimana dikemukakan di atas; ia sendiri bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak sempit sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum dan bukan merupakan pakaian popularitas

نور الفضيلة

tulusnya hati seorang istri sholehah

Kisah cinta yang sangat menyedihkan,. Ketika hanii mencintai seorang ikhwan yg bernama arif,. Awal pertemuan mereka sebenarnya tak ayal hanyalah kebetulan karna bertemu saat berpapasan dijalan saja,. Kebetulan mereka tinggal satu kota tapi kuliah diuniversitas yang berbeda,. Yaah,. Awalnya biasa saja,. Namun seminggu berlalu hani kembali tak sengaja bertemu dengan arif,.  Awalnya hani berusaha untuk pura2 tidak melihat namun arif menghampiri nya dan mulai membuka pembicaraan,. Assalamualaykum ukhti,. Hani menjawab salam dari arif dengan perasaan yang aneh,. Gugup dan gelisah,. Waalaykumsalam, ya? Arif pun dengan berani bertanya kepada hanii,. Siapa namanya , kuliah di universitas mana,. Dan tinggal dimana,. Hani pun menjawab dengan singkat,. Ana hani kuliah di UNP,. Tinggal di cendrawasih,. Antum sendiri? Dengan senyuman manis arif menjawab,. Ana ariful hakim,. Kuliah di ITP tabing,. Ana tinggal ditabing ukh,. Dengan perasaan yang semakin aneh hani pun memberanikan diri mengakhiri percakapan mereka,. Karena hani tau semakin berlanjut perkenalan ini maka hati nya akan semakin terancam,.
                Arif adalah ikhwan yang rada2 bandel,. Dia sebenarnya jatuh cinta pada seseorang akhwat dikampusnya yang cantik jelita dan cerdas yang bernama nisa,. Akan tetapi akhwat tsb cuek padanya, dan tidak pernah merespon arif yang berusaha mendekatinya,. Terlintas dibenak arif untuk mendekati hani,. Sembari menunggu nisa meresponnya ia berencana untuk menjadikan hani yang ditemui nya tadi sebagai target pelampiasan nya sementara,.
                Sementara di kost hani mulai resah dan gelisah memikirkan pria yang memiliki senyuman manis yang ditemui nya tadi dijalan. Virus virus merah jambu mulai muncul secara berangsur,.jantung nya tak henti-hentinya berdegub kencang,. Hingga hani tak bisa memejamkan matanya untuk beristirahat malam itu,. Gelisah resah hati hani dibuatnya,. Dua hari kemudian arif sengaja berdiri di tempat mereka tak sengaja bertemu pada saat itu dengan maksud menunggu hani lewat, benar saja tak butuh waktu lama orang yang dinanti pun tiba,. Hani yang telah merasa dirinya mulai terserang virus merah jambu mencoba mempercepat langkahnya,. Akan tetapi dengan mudah nya dihentikan oleh arif,. Awalnya sih dengan modus arif menawarkan hani untuk ikut seminar dikampusnya, akhirnya dirasa tepat arif meminta nomor hp hani,. Tidak ada rasa curiga hani memberikan nomor nya dengan mendiktekan nya kepada arif,.
                Malam hari itu arif langsung sms hani,. Hani yang sedang melamun memikirkan arif yang ditemuinya secara berturut2 itu tersentak karena hape nya berdering,. 1 pesan diterima,. Dibuka oleh hani,. Ternyata arif yang menghubunginya, ketika dibuka oleh hani muncul lah beberapa kata2,.
Assalamualaykum bidadari surga ,. Apakah benar ini hani, wanita pujaan yang selalu ku temui beberapa hari terakhir ini? Ini arif,. Hanni yang kaget pun perasaannya berubah menjadi berbunga2 secara tiba2 karena dapat gombalan2 dari arif (biasalah yaa wanita mudah melayang kalau digombalin,.hehe) hani menjawab,. Iyaa , ada apa ya? (dengan sms yang sedatar mungkin meskipun hatinya sedang berbunga2, sebenarnya arif tau hani jatuh cinta pada nya saat pertemuan pertama, karena itu dengan yakin arif menargetkan hani sebagai korban pelampiasannya.
                Singkat cerita karena tak ingin semakin berdosa arif pun melamar hani dan meminang nya,. Hani sangat bahagia karena bisa menikah dengan orang yang sangat ia cintai,. Meskipun sebenarnya tak ada sedikitpun cinta dihati arif untuk hani, ia berusaha tersenyum agar nisa akhwat pujaannya cemburu, dan mau merespon dan membalas cinta arif. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan,. Hani adalah seorang istri yang sangat baik,. Menyiapkan segala kebutuhan arif,. Merapikan baju dan menyiapkan nya sarapan,. Hingga suatu ketika arif sakit gagal ginjal dan harus diopname di rumah sakit,. Dengan setia hani mendampingi arif bahkan ketika arif diharuskan untuk operasi dan harus mendapatkan donor ginjal,. Karena hani dan arif memiliki golongan darah yang sama dengan arif, maka cocoklah ginjal hani dengan arif,. Maka hani memohon kepada dokter untuk tidak mengatakan identitas pendonor ginjal untuk suami yang sangat ia cintai meskipun sebenarnya istrinya lah yang mengorbankan ginjalnya,. Pada saat operasi, mereka diletak berdekatan,. Dengan perasaan takut dan waswas hani memberanikan diri untuk operasi,. Digenggamnya erat tangan suami nya dan berbisik “sayang syafakallah,. Aku akan selalu berada disampingmu,. Semoga Allah melindungi kita dan memberi kita kesempatan untuk hidup bersama lagi setelah operasi ini selesai,. Uhibukkafillah suamiku,.” Bismillah,.hani memilih untuk dibius lokal agar  tak mengalami kesulitan sadar saat selesai operasi,. Karena setelah operasi dia harus berpenampilan sebiasa mungkin agar sang suami tak curiga,.
Operasi pun lancar, dan akhirnya selesai lah proses operasi,. Dengan tubuh yang lemas dan pucat hani berusaha untuk duduk meskipun nyeri yang luar biasa ia rasakan,. Tapi demi suaminya ia berkorban menahan rasa sakit bekas sobekan pada perutnya yang baru dijahit,. Digenggamnya tangan suaminya dengan erat sambil membelainya,. Hani mulai membangunkan suaminya agar sadar,. Perlu diketahui setelah menikah sikap arif sangat dingin kepada hani, bahkan tak jarang memukuli dan membentak hani selalu beralasan masakan hani tak enak, baju yang disetrika tak rapi tapi sebenarnya karena hani bukan wanita yang dicintainya,. Didalam hati dan fikiran arif hanya ada nisa,. Padahal hani sangat baik dan istri yang taat kepadanya,. Tapi tetap saja mata dan hati arif tertutup dengan cinta yang fana.,
                Mata arif pun mulai terbuka perlahan,. Dengan sabar hani membelainya,. Menatapnya penuh cinta kasih dengan linangan air mata,. Arif pun mulai sadar,. Dengan suara yg serak2 dan pelan arif bertanya kepada hani,. kenapa muka hani pucat pasi, tangan yang menggenggamnya dingin dan gemetaran,. Hani pun tersenyum dan berkata,. Aku tak apa, mungkin aku kelelahan suamiku sayang,. Padahal hani menahan rasa sakit yang luar biasa,. Arif pun kembali menanyakan siapakah pendonor ginjal untukku hani? Hani tersenyum dan berkata,. Dia adalah seseorang yang baik hati dia memberikanmu ginjal itu gratis,. Akan tetapi dia tak ingin identitasnya diketahui oleh kita sayang,. Arif pun tersenyum,. Masa pemulihan telah selesai arif diperbolehkan pulang,.
Meskipun hani harus menyembunyikan luka bekas operasi nya yang terkadang masih berdarah karena aktifitas berat yang dikerjakan hani,. Setelah arif sembuh, arif mulai jarang di rumah,. Ternyata arif berhasil mendekati nisa wanita pujannya,.tanpa sepengetahuan hani,.ketika malam tiba, arif yang kecape’an tertidur lelap,. Hani yang masih menyiapkan baju untuk arif kerja besok terbuyarkan fikirannya oleh bunyi hp arif,. Ketika itu satu pesan diterima,. Dari bidadari cantik,. Hani terheran2 siapakah gerangan pemilik nomor tersebut, ternyata itu pesan dari nisa yang berisikan “selamat malam calon suamiku,”.
Syock, kaget,. Sedih,. Kecewa itu adalah hal yang dirasakan oleh hani ketika itu,. Pandangan matanya gelap seketika,. Akan tetapi eloknya lisan dan hatinya hani membuat hani bisa beristighfar dan menenangkan diri,. Ia sholat,. Tumpah ruah air matanya. Tapi ia tetap berhuznudzon kepada suaminya,. Mungkin saja itu orang salah kirim.
Esok harinya hani  bangun dengan badan yang tidak enak,. Pusing,. Mual,. Dan muntah2,. Awalnya ia mengira sedang masuk angin,. Keterlambatan bangun nya membuat arif marah membabi buta karena hani belum menyediakannya sarapan seperti biasa,. Tamparan demi tamparan melayang dipipi hani,. Air mata hani pun mengalir,. Hari demi hari suami tercintanya semakin kasar,. Dia pun heran kenapa perubahan fisik nya berubah drastis,. Ternyata dia hamil,. Bersyukur dia ucapkan kepada Allah karena sedang mengandung,. Tanggal 08 agustus esok adalah hari ulang tahun suami yang dicintainya,. Ia berencana untuk memberi kejutan special untuk suami nya ,. Tengah malam ia bangun dan membuatkan kue serta makanan kesukaan suaminya serta sebuah kado dan surat yang menyatakan isi hati, cinta dan kehamilan anak mereka,.
Akan tetapi pagi2 arif bagun dengan semangat tanpa mampir kemeja makan tempat semua kejutan itu di hidangkan,. Hani mengantar arif untuk berangkat kerja ke depan pintu,. Mencium tangan suaminya dengan waktu yang lumayan lama, arif terheran2 dan melepaskannya dengan kasar,. Ketika arif hendak pergi ntah kenapa hani tiba2 ingin sekali menatap suaminya beberapa saat,.  Dan ia meminta arif untuk memeluknya sebentar, tapi arif menolak dan langsung pergi tanpa memikirkan perasaan hani,.
Setelah sekian lama hani menanti suaminya yang tak kunjung pulang,. Hani berinisiatif untuk mencari arif,. Karena tak sabar untuk menunjukkan kejutan specialnya untuk sang suami,. Ketika ia berjalan ia kaget dan sedih ketika melihat arif jalan berdua dengan seorang wanita yang cantik jelita,. Hani pun mengikuti mereka dan mendengar percakapan mereka berdua, ternyata wanita itu adalah wanita yang dicintai oleh arif dari dulu, dengan santai tanpa merasa berdosa arif berkata kepada nisa, bahwa hani adalah pelampiasan cintanya saja karena pada saat itu cinta arif untuk nisa bertepuk sebelah tangan, bahkan arif mengatakan ia tidak pernah sedikitpun mencintai hani, dan bersedia menceraikan hani malam ini juga didepan mata nisa sebagai bukti cintanya,. Dan akan melamar nisa secepatnya tanpa memikirkan perasaan hani,.
Hancur, perih, sakit hatinya hani hanya bisa menangis tertahan takut ketauan,. Ketika arif dan nisa menyebrang jalan menuju mobil karena arif akan membawa nisa kerumahnya kemudian menceraikan hani tepat dihadapan nisa, sebuah truk melaju kencang akan menabrak mereka berdua,. Tanpa pikir panjang hani menyelamatkan mereka berdua dengan mendorongnya dan mengorbankan tubuhnya ditabrak monster besi itu dengan berteriak,. Genggam tangan wanita itu erat2 sayang agar dia tak terluka,. Dan bruuuuukk,. Badan hani terlempar 150 meter dari tempat kejadian,. Merasa kenal dengan suara orang yang menyelamatkan tadi, mengalir air mata arif ia menerka dengan cepat berharap itu bukan hani istrinya,. Saat ia menoleh kebelakang, ternyata benar istrinya hani sudah berlumuran darah,. Air mata arif mengalir dengan derasnya, berlari ke arah istri yang selama ini telah ia siasiakan. Memegang erat tangan hani yang tak berdaya,. Susah payah hani berusaha bertahan sebentar untuk memenuhi janji suami nya terhadap nisa, wanita yang dicintai suaminya. Dengan terbata hani berkata, sayang ceraikan lah aku sekarang dihadapan calon istri yang amat sangat engkau cintai,. Tadi aku mendengar engkau telah berjanji kepadanya, maka sebelum Allah mencabut nyawaku, tepati lah janjimu kepada nya wahai suami ku tercinta,.” Dengan kondisi seperti ini arif panik bingung dan tak tau harus berbuat apa, tak mungkin baginya melihat wanita yang telah mendampinginya 2 tahun ia ceraikan pada saat sekaratul maut,. Hani pun terus memaksa arif, karena hani tak ingin suami yang dicintainya berdosa akibat melanggar janjinya, karena begitu besarnya cinta hani untuk arif,. Akhirnya arif terpaksa menceraikan hani,.
Setelah itu arif menangis tersedu2 memeluk hani yang telah berlumuran darah, hani memberi kode agar arif lebih dekat dengannya dan berkata, terima kasih pangeran ku, imam ku, yang selama ini telah bersedia berada didekatku membahagiakan ku,. Aku sangat mencintaimu,. Jaga istrimu baik2 ya, sayangi lah ia,. Perhatikan lah ia,. :’) dan hani menggenggam tangan nisa dan berkata,. Dia suami ku sangat mencintaimu,. Maka aku mohon,. Rawatlah dia dengan kasih sayang,. Siapkan dia sarapan,. Bangunkan dia tahajud,. Dampingi lah sampai ajal memisahkan,. Satu kata terakhir hani yang ia ucapkan,. Aku mencintaimu karena Allah sayang,. Hani pun menghembuskan nafas terakhir. Saat jasad hani diotopsi di r.s ada beberapa hal yang membuat penyesalan arif semakin mendalam,. Karena dokter memberi tahu riwayat kesehatan hani dan keadaan hani yang sedang mengandung,. Arif menangis sejadi2nya ketika tau bahwa hani yang telah mendonorkan ginjalnya dan berusaha mati2an menahan nyeri akibat operasi untuk mendampingi arif,, tanpa diketahui arif,.
Dibukanya kain penutup wajah wanita sholehah yang telah mendampinginya selama 2 tahun,. Diguncang2nya badan hani, menangis sejadi jadinya melihat wajah wanita yang mencintainya yang selalu ia balas dengan bentakan2 kasar, dan tak jarang memukulnya,. Ya kini wanita itu telah tiada,. Dengan penyesalan mendalam dia pulang,. Dan bertambah lah kesedihan nya ketika dia masuk keruang makan menemukan ruangan dengan kejutan yang amat sangat indah,.
Kue ulang tahun dan makanan kesukaannya yang dimasak sendiri oleh istrinya,. Dan amplop yang berisi surat dari istrinya,.

assalamualaykum imamku, pangeran hatiku,. Terimakasih untuk cintamu selama ini,. Selamat milad sayang,semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya terhadapmu. semoga panjang umur, sehat selalu,, mudah rezeki,. Sukses,. Dan tetap bersamaku sampai akhir hayat,. Aku sangat mencintaimu sayang, dan dihari ini aku akan memberikan mu kado terindah untuk mu,. Sebentar lagi imamku akan menjadi seorang ayah,. Karna aku sedang mengandung. Berjanjilah kita akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi orang tua, dan mendidiknya dengan baik,. Sayang tetaplah mencintaiku seperti pertama kita bertemu, aku mencintamu karena Allah”


arif tak kuasa menahan rasa sedih yang dirasanya hingga sampai saat nya ia di nyatakan sakit jiwa dan akhirnya meninggal dunia,.

Selasa, 26 Mei 2015

don't judge this cover

Don't judge this cover !!

Kualitas seseorang bisa dinilai dari adab dan Akhlaq.. Cara berbicara,.
yang penting,jangan pernah merasa jd yg paling berkualitas,jangan pernah merasa paling baik,jangan merasa paling berilmu.

karena org berkualitas, jarang bicara !! Dan punya dasar yg kuat atas apa yg disampaikan.

Adhilah AK


نور الفضيلة
 *belajar jadi muslimah berkualitas

muhasabah

Muhasabah..
Masihkah engkau hanya memberi Allah sisa2 waktu mu didunia?
Sedangkan Allah selalu memberikan nikmat2Nya kepadamu tepat waktu.
bagaimana jika Allah beri mu rezeki disisa2 hidupmu. Sanggup?
Nah, jangan menunggu waktu luang untuk beribadah. Tapi luangkanlah waktumu !! Janganlah engkau termasuk orang yang merugi dunia akhirat.


Adhilah AK
نور الفضيلة

*belajar jadi muslimah berkualitas